kita tahu banyak hal didunia ini yang tidak terduga, terutama masa depan. saat kita masih berumur 6 tahun kita sering mendapat pertanyaan 'apa cita-cita kamu?' atau 'kalau nanti besar mau jadi apa?'. saat itu lidah kita akan mudah menjawab apapun yang kita inginkan untuk menjadi apa yang dicita-citakan. saat masa itu kita berfikir dunia sangatlah mudah bukan? kita tertawa dengan ringan tanpa memikirkann beban kehidupan yang kita tahu hanyalah besok hari akan tiba dan membiarkan waktu berlalu begitu saja.
seiring berjalannya waktu kita beranjak remaja masa dimana kita melangkah lebih maju mengenal dunia, pada masa ini memang masa yang tidak semudah masa kecil kita karena pada masa ini kita sudah mendapat tanggung jawab kecil, pada masa ini juga perlahan cita-cita yang dulu kita sebut-sebut semasa kecil mulai memudar. penyebabnya mungkin kita mengenal dunia baru yang lebih asik, pertemanan, lingkungan sekolah maupun pelajaran baru yang kita dapat. contoh : 'saat waktu kecil kita ingin menjadi seorang pilot, dokter, ataupun suster ketika kita tahu bahwa ada pelajaran yang harus kita kuasai seperti fisika, kimia atau matematika tiba-tiba minat itu berkurang karena pelajaran tersebut merupakan pelajaran yang sulit dan kita mulai tidak percaya diri akan hal itu'
setelah itu kita masuk ke dunia yang disebut masa-masa terindah yaitu SMA, ya memang SMA merupakan masa yang indah karena pada masa ini adalah masa dimana kita mendapat banyak pengalaman, mungkin pengalaman organisasi yang lebih tinggi, pengalaman mendapat pelajaran khusus seperti penggolongan kelas IPA/IPS, teman-teman baru yang memberikan pengetahuan dalam beberapa hal. tapi pada saat ini jugalah saat yang paling membingungkan untuk menggambarkan apa mimpi kita, bisakah kita menggapainya jika kita memimpikan hal itu, apakah benar jalan ini yang akan saya ambil, bagaimana masa depan saya jika saya memilih jalan ini. and see kebanyakan orang lupa pada cita-cita masa kecilnya, mungkin beberapa orang akan konsisten dengan cita-cita nya karena sadar bahwa dirinya mampu untuk menggapainya. tapi lebih banyak orang lebih mengambil jalan aman yaitu menempuh cara 'pilih aja yang lebih cepat dapat kerja'. ya memang betul mungkin kita akan mendapat kerja dengan mudah, tapi apakah sampai sana saja kah keinginan kita, tidak kah itu terlalu biasa? bukankah kita ingin menjadi seseorang yang spesial?
lalu kita masuk ke perguruan tinggi dan bekerja tapi tidak sesuai dengan kemauan karena ketidak percaya diriannya.
lalu kemana kah cita-cita yang ingin kita bangun? selama kita masih bernafas cita-cita itu selalu ada namun keinginan dan kepercayaan untuk menggapainya yang mungkin tidak ada.
saat kita mencoba untuk menjadi seorang yang tidak biasa dan menggapai cita-cita kita begitu banyak cobaan, diremehkan atau kegagalan, sampai pada titik kita ingin menyerah dan putus asa. kita tidak pernah tahu seberapa lama cobaan ini berlangsungmungkin 1 tahun, 2 thn atau 10 thn tapi satu keyakinan yang selalu harus ditanamkan bahwa ini adalah sebuah proses yang nantinya akan kita hargai dan hasil tidak akan pernah menghianati usaha dan proses.
memang menanamkan kepercayaan diri bahwa kita bisa itu tidaklah mudah dan kadang realita mengalahkan keyakinan bahwa kita bisa. tapi bukankah kita akan menyesal pada masa depan jika kita tidak mencobanya?
ini hanya sekedar opini saya mengenai proses masa depan dan cita-cita, salah satu quotes yang saya ingat adalah "didunia ini terdiri dari dua jenis manusia: lucky person and fighter" dan saya berharap menjadi seorang fighter yang akan memenangkan sebuah pertandingan dimasa depan.
Selasa, 08 Desember 2015
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar