Kamis, 12 November 2015

Just Be Perfect In Another Way

                Cantik, pintar, kaya, idaman para laki-laki dan juga memiliki keluarga yang sangat menyayangiku. Ya, itulah kehidupanku yang sangat sempurna, semua orang iri padaku dan aku bahagia karena itu. Mama dan papa ku menjadikanku anak satu-satunya yang mereka sayang, apapun yang ku minta pasti akan terkabul, menjadi bagian dari keluarga yang penuh cinta membuatku berfikir akulah gadis terberuntung didunia ini.
                Aku menuruni kecantikan dari mama dan kepintaran dari papa, karena hal itu aku menjadi populer dikampus. Setiap harinya ada sajalaki-laki yang ingin meminta nomor telefonku dan mengajakku berkencan, tapi hanya orang tertentu saja yang bisa mengajakku jalan. Pertama-tama dia harus pintar lalu harus tampan dan juga kaya. Aku harus mencari laki-laki yang setara denganku agar bisa aku banggakan.
                Tapi ada satu hal yang membuatku tidak nyaman menjadi seorang yang populer, terkadang ada saja penggemar yang tidak diinginkan yang datang setiap hari contohnya sigendut Ari, setiap hari dia akan mengikutiku dikampus bahkan dia mengambil kelas yang sama denganku. Ahh! Ari itu benar-benar bukan tipeku, mempunyai tubuh super gemuk dan agak bodoh.menyebalkan setiap kali bertemu dengannya.
                Hari ini aku memilikijadwal kelas yang sama dengan si gendut itu, rasanya malas sekali berjalan menuju kelas. Pasti sekarang Ary sedang menunggu didepan kelas dengan wajah bodohnya itu dan benar saja Ary sedang berdiri didepan kelas sambil memeluk tasnya.
                “Hai Tiara” sapa nya
                “……”
                “udah makan siang?” tanya nya basa-basi
                “….” Aku tidak ingin menanggapinya karena semakin ditanggapi, Ary akan berfikir bahwa aku baik dengannya.
                “udah ngerjain tugas?” tanya nya lagi.
                Tunggu dulu, tugas? Apa ada tugas hari ini, seingatku tidak ada tugas untuk hari ini “tugas apa ya?” tanyaku ketus
                “belum ngerjai ya? Yah kasian deh” goda Ary berlalu pergi masuk kedalam kelas
                Aduh, bagaimana ini bagaimana aku tidak mengingat ada tugas. Ya sudahlah, baru sekali iniaku tidak mengerjakan tugas pasti tidakakan berpengaruh apa-apa dengan nilaiku.
                Beberapa lama kemudian  dosen memasuki ruangan kelas, ruangan yang tadinya ribut berubah menjadi hening. Dosen itu mengeluarkan beberapa buku dan laptop dari dalam tas-nya “baiklah anak-anak, apakah kalian sudah mengerjakan makalan yang saya tugaskan sebulan yang lalu?” tanya dosen itu “seperti yang saya katakana sebulan yang lalu bagi yang tidak mengumpulkan tugas makalan tept waktu maka dia akan mendapatkan nilai D dan harus mengulang kelas saya disemester depan”
                What!!!! Mengulang kelas? Bagaimana ini, aku segera mengambil handphoneku didalam tas untuk menghubungi Leana sahabatku yang sudah lulus tahun lalu, semoga saja dia masih menyimpan makala-makalah miliknya dulu jadi aku dapat meminjamnya, tapi sepertinya ada yang aneh dengan tasku. Apa ini? Aku mengeluarkan beberpa kertas yang sudah diclip, didepannya tertera namaku dan matakuliah yang saat ini berlangsung. Siapa yang mengerjakan makalahku, aku merasa aku tidak pernah membuat makalah ini. Aku memeriksa makalah tersebut dan menurutku makalah ini cukup baik, sebaiknya aku kumpulkan saja dulu, urusan siapa yang membuatnya belakangan.
               
Suasana kantin sangat ramai dan membuatku malas untuk mengantre sebaiknya aku tunggu saja dulu disini sampai sepi. Aku duduk disalah satu meja sambil memainkan handphoneku.Aku melihat ada satu pesan masuk  ternyata undangan pesta ulangtahun Brian.Brian adalah salah satu cowo yang sangat kusukai, dia tampan dan pintar. Aku langsung berfikir apa yang aku pakai besok malam, aku harus bisa menarik perhatian Brian dihari ulangtahunnya.
“Ra, gak makan?”
Aku mendongak kearah suara yang menegurku dan ternyata Ary lagi “lo ngapain sih ngikutin gue terus, ngeliat lo aja gue udah gerah tau gak”
Ary tersenyum, laki-laki gendut ini memang bodoh “gue tadi beli makan dua porsi yang satu udah gue makan tadi disana jadi sisa satu piring lagi, kalau lo mau  yang satunya buat lo aja”
                “gak usah! Mana cukup perut gentong lo itu makan satu piring” sindirku
                “antrean masih panjang loh, ya udah kalau ga……”
                “siniin” aku merebut piring makanan tersebut dari Ary “kalau gak antrean panjang gue gak akan makan makanan lo”
                “jadi gue boleh duduk disini gak ra?” tanya Ary hati-hati
                “ENGGA! Jauh-jauh lo dari gue” benar kan kataku, sedikit aku menanggapinya, dia akan berfikir aku baik terhadap dirinya.
                Ary-pun pergi, aku benar-benar berharap cowo gendut bodoh itu menghilang dari hidupku. dia benar-benar seperti lalat, sangat mengganggu.
                ------------------------------------------------------------------------
                Hari perayaan ulangtahun Bryan akhirnya datang juga, aku berdandan secantik mungkin. Dress dengan potongan A line bewarna hitam membaluti tubuhku, hiasan ringan diwajahku membuatku terlihat semakin cantik.aku sangat yakin Bryan akan terrpesona melihatku dan akan menyukaiku.
                Aku berjalan menghampiri Bryan yang berdiri dibalik kue ulangtahunnya. Laki-laki itu memang menawan, wajah indonya mampu menyihirku. Dari kejauhan aku melihat Bryan tersenyumpadaku sambil melambaikan tangan. Aku membalas lambaian tangannya.
                “wow hari ini lo cantik banget ra” puji Bryan
                Aku tersipu malu, kubenarkan sisi rambutku dan kuselipkan dikupingku agar Bryan bisa leluasa melihat wajahku “makasih, btw happy birthday yah”
                “iyah makasih yah ra, coba lo gak deket sama Ary pasti udah lama gue deketin lo ra” ungkap  Bryan
                Wait, gue? Ary? “gue gak ada apa-apa sama Ary kok”
                Bryan tertawa kecil “masa sih? Ya semoga aja bener yah”
                Aku mengangguk, mungkin karena Ary selalu menemempel padaku dikampus makanya semua orang berfikir aku pacaran dengannya. Tapi dimana logika semua orang,mereka berfikir seorang Tiara bisa menyukai Ary? Ya jelas itu hal yang tidak mungkin.
                Tiba-tiba ada seseorang yang menyentuh pundakku,aku menoleh dan betapa terkejutnya aku melihat Ary sedang berada dibelakangku. Pakaian apa yang dia kenakan, kemeja garis-garis dengan suspender membuat dia seperti badut “ngapain lo disini? lo pikir lo lagi di pesta badut pake baju kayak gitu?
                Aku tahu Ary memaksakan senyumnya kali ini “gue cuman mau ngasih ini” Ary memberikan bouquet bunga yang dari tadi dia simpat dibalik punggungnya.
                Semua orang berteriak heboh mendukung Ary , aku melihat Bryan yang memasang wajah  kecewa “maksud lo apa ry?” tanyaku
                “hmmm gini ra……”
                “denger yah ry, lo harusnya sadar diri lo itu siapa dan gue siapa! Gue udah cukup sabar selama ini lo nempel terus sama gue dan buat orang-orang berfikir kalau gue sama lo ada hubungan spesial. Hahaha jangankan berfikiran punya hubungan spesial bahkan buat kenal sama lo aja itu adalah suatu penyesalan buat gue. Lo sadar gak sih, lo itu gendut, botak, bodoh dan lo harusnya sadar akan hal itu. Sekarang lo mau ngelakuin hal kayak sekarang, emang lo pikir gue bakalan seneng? Denger baik-baik yah Ry hal yang bikin gue bahagia sekarang adalah lo gak muncul lagi dihadapan gue” aku melempar bunga yang diberikan Ary kedadanya
                Ary berdiri terpaku, matanya terlihat berair. Tanpa sepatah kata, Ary berbalik badan dan berjalan menjauh dari hadapanku. Ternyata Ary tidak terlalu bodoh, dia mengerti apa yang kukatakan untuk pergi dari hadapanku.
­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­
                Sudah seminggu dari kejadian dipesta itu,dari sejak itu aku tidak pernah melihat Ary dikampus. Aku tidak merasa kehilangan sama sekali tapi hanya saja apakah dia tidak masuk kuliah karena perkataanku malam itu? Banyak yang mengatakan bahwa aku sangat kejam pada malam itu, dan banyak yang membenciku saat ini,mereka mengatakan bahwa aku adalah penyebab Ary tidak pernah masuk kuliah.
                Jujur aku penasaran apa yang dilakukan cowo gendut itu sekarang, sebaiknya aku tanyakan pada temannya Ary yaitu Rio. Rio saat ini sedang makan sendiri diujung kantin, rasanya aneh melihat Rio makan sendiri karena biasanya ada Ary dihadapan Rio.
                “hai Rio” sapaku
                Rio mendongak, dan wajahnya berubah menjadi masam melihat wajahku, yaw ajar saja karena aku baru saja menyakiti hati sahabatnya tapi itu kan bukan kesalahanku.
                “Rio lo tau sekarang Ary ada dimana, emang bener yah Ary gak masuk kuliah karena gue?” tanyaku hati-hati
                Alis Rio terangkat “kenapa lo nanya-nanya soal Ary, bukannya harapan lo supaya dia menghilang dari hadapan lo?”
                “bukan gitu, cuman gue ngerasa bersalah aja kalau emang itukarena gue”
                “gak usah kepedean lo, Ary sekarang jauh lebih baik” jawab Rio ketus sambil melnjutkan makannya.
                “sukurlah kalau dia lebih baik sekarang” ungkap ku
                Rio meletakan sendoknya, dan menarik nafasnya panjang-panjang lalu melihat kearahku “sebenernya mau lo itu apa sih Ra?”
                “gue cuman mau minta maaf, gue sadar tingkah gue kemaren keterlaluan”
                Rio tertawakecil seakan meremehkanku “minta maaf? Telat lo!”
                “maksud lo?”
                Wajah Rio berubah muram “Ary meninggal tiga hari yang lalu”
                Tibatiba saja jantungku seperti terkena petir “kenapa?”
                Rio menundukan kepalanya “dia kena kanker kelenjar getah bening dan asal lo tau aja tubuh yang sering lo katain gendut itu adalah pengaruh obat yang dia minum. Sebelum ketemu sama lo, dia gak punya semangat hidup karena kankernya udah stadium  4 dan kata dokter gak ada kemungkinan buat Ary sembuh,obat hanya untuk memperpanjang nyawanya sekitar satu bulan dari perkiraan dokter”  Rio mendongakan kepalanya menatapku “tapi setelah ketemu sama lo, dia seperti nemuin semangat hidupnya lagi, dia mengagumi lo bukan karena kecantikan, kepintaran atau kekayaan lo tapi kebaikan hati lo”
                “kebaikan hati?” aku tidak pernah berbuat baik pada Ary satu kalipun tidak pernah.
                Rio kembali menarik sisi bibirnya tersenyum sinis “gue tau lo gak pernah baik sama Ary, waktu itu dia cerita sama gue kalau ada seorang cewe yang setiap hari minggu dateng ke yayasan kanker anak-anak dimana Ary juga pasien disana, wanita tersebut menghibur anak-anak kecil dan membawakan mereka buku cerita dan wanita itu elo, ra. Walaupun lo gak pernah baik sama Ary tapi sebenernya Ary tau kalau lo cewe baik”
                Entahlah, air mataku tanpa kusadari tumpah begitu saja. Apa aku sekarang sedang menyesal.
                “lo inget makalah yang ada ditas lo? Itu yang ngerjain Ary, karena dia tau lo gak tau ada tugas itu soalnya lo gak masuk waktu tugas itu dikasih dan anak-anak kelas gak ada yang mau kasih tau lo soalnya anak-anak kelas termasuk Bryan pada benci sama lo karena lo terlalu sombong jadi mereka berencana untuk gak ngasih tau tugas itu ke elo dan akhirnya Ary yang ngerjain makalah lo, dan inget pas dia ngasih makanan karena lo gak mau ngantri, waktu itu dia belum makan sama sekali bahkan dia minum obat tanpa makan dulu” ungkap Rio
                “apa Ary benar-benar meninggal?” tanyaku, aku berharap Ary tidak benar-benar  meninggal sehingga aku masih bisa mengucapkan maaf sebelum kepergiannya
                Rio mengangguk lesu “dia udah ninggalin kita Ra, sebenernya malam ulangtahun Bryan adalah malam keberangkatannya ke Singapur untuk stay disana dan menjalani pengobatan, Ary bukan orang kaya dan dia seorang yatim piatu, dia mendapatkan biaya medis keSingapur dari seorang donatur dari yayasan kanker tersebut. Dan lo inget kan bunga yang dikasih ke lo waktu itu? Yang lo lempar seenaknya? Itu adalah hasil dia menabung selama tiga bulan, malam itu dia hanya inginmengatakan perasaannya tanpa berharap lo bakalan membalas cinta dia atau engga, dia takut setelah keberangkatannya ke Singapur, dia gak bakalan bisa ketemu lo lagi dan ngasih tau perasaannya ke elo. Ternyata bener, dia pergi tanpa bisa mengungkapkan perasaannya ke elo”
                Aku menutup wajahku menahan isak tangisku. Sejahat itu kah aku selama ini? Semua kesempurnaan yang kudapat membuatku lupa untuk menghargai cinta yang orang-orang berikan terhadapku dan membuatku bertindak semaunya.

 Aku berlutut dihadapan makam Ary “Maafin gue Ry, bahkan didetik lo meninggal, gue bikin kesedihan dihari-hari terakhir lo, makasih udah berkorban buat gue dan maaf gue gak bisa balas semua kebaikan lo. Makasih lo udah bikin sadar betapa sombong nya gue, Ry kalau aja gue tau lebih cepat tentang lo,mungkin gue bakalan buat hari-hari terakhir lo bahagia. Tanpa gue sadarin ternyata gue kangen marah-marah karena lo selalu ngikutin gue dulu Ry, ternyata gue baru sadar ada hal-hal baik yang gak gue hargain. Makasih Ry, Makasih dan maaf cuman itu yang bisa gue ucapin sekarang”




Note      : semua orang ingin menjadi sempurna, kehidupan sempurna, fisik sempurna namun kesempurnaan itu akan hilang jika kita tidak bisa menyempurnakan hati kita. 
 
ORANGE.BLUE.PURPLE Blogger Template by Ipietoon Blogger Template